Materi Arsitektur Organisasi Komputer (OAK)
ARSITEKTUR ORGANISASI KOMPUTER
Hai semuanya..
Apa kabar nya? Semoga dalam keadaan baik-baik saja ya..
Nah di blog saya kali ini akan membahas mengenai arsitektur dan organisasi didalam komputer. Tanpa basa-basi langsung kita bahas ya hehe
Sebelum lebih jauh kita harus tahu dulu apa sih itu Komputer? Apa itu arsitektur? Apa itu Organisasi?
1. Komputer adalah perangkat elektronik, beroperasi di bawah perintah pengendali yang disimpan pada memori komputer, dapat menerima data, memproses data berdasarkan aturan tertentu, mencetak hasilnya dan menyimpan data untuk penggunaan dimasa depan.
2. Arsitektur adalah Atribut yang berhubungan dengan programmer, kumpulan bit, jumlah bit yang digunakan untuk representasi data, mekanisme I/O, teknik pengalamatan.
3. Organisasi adalah bagian yang terhubung dengan komponen-komponen pelaksanaan dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam melaksanakan aspek arsitektual nya. Seperti teknologi perangkat keras, perangkat antar muka (user interface), memori dan sinyal-sinyal kontrol merupakan aspek dari organisasi komputer.
STRUKTUR DAN FUNGSI KOMPUTER
Struktur adalah bagaimana masing-masing komponen saling berhubungan satu sama lain.
Fungsi merupakan operasi dari masing-masing komponen sebagai bagian dari struktur.
Semua komputer berfungsi untuk:
- Pengolahan data (Data processing)
- Penyimpanan data (Data storage)
- Pemindahan data (Data movement)
- Control
- Central Processing Unit (CPU), berfungsi untuk mengontrol operasi komputer dan pusat pengolahan.
- Memori Utama, berfungsi sebagai penyimpanan data
- I/O, berfungsi memindahkan data ke lingkungan luar atau perangkat lainnya.
- System Interconnection, merupakan sistem yang menghubungkan CPU, memori utama dan I/O
- Control unit, berfungsi untuk mengontrol operasi CPU dan mengontrol komputer secara keseluruhan
- Aritmatic and Logic Unit (ALU), berfungsi untuk membentuk fungsi-fungsi pengolahan data komputer
- Register, berfungsi sebagai penyimpanan internal bagi CPU
- CPU Interconnection, berfungsi menghubungkan seluruh bagian dari CPU
- Menjalankan program-program
- Untuk menerima dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak
- Bertugas untuk mengontrol komputer sehingga terjadi singkronisasi kerja antar komputer
- Bertugas untuk melakukan proses aritmatika dan operasi logika berdasarkan instruksi yang ditentukan
- Sebagai pusat sumber tenaga komputer
2. Komputer Generasi Kedua (1959-1964)
Komputer generasi kedua ditandai dengan berbagai aspek di dalamnya sebagai berikut
- Memakai teknologi sirkuit berupa transistor & diode sebagai pengganti tabung vakum.
- Telah menggunakan operasi bahasa pemrograman tingkat tinggi yang lebih dapat di pahami oleh manusia atau user.
- Kapasitas memori utama telah dikembangkan dari Magnetic Storage Core.
- Menggunakan Penyimpanan luar berupa Magnetic Tape dan Magnetic Disk.
- Kemampuan melakukan proses real time dan real-sharing yang lebih efisien.
- Untuk ukuran fisiknya sudah lebih kecil dibanding komputer generasi pertama.
- Proses operasi dari segi sistem sudah lebih cepat dan efisien, yaitu jutaan operasi perdetik.
- Kebutuhan daya listrik lebih kecil dan kemampuan lebih.
- Orientasi program tidak hanya tertuju pada aplikasi bisnis, tetapi juga aplikasi teknik dan lainnya.
Komputer generasi ketiga ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
- Karena menggunakan IC maka kinerja komputer menjadi lebih cepat dan efisien. Kecepatannya hampir 10 ribu kali lebih cepat dari komputer generasi pertama.
- Peningkatan dari sisi software.
- Menggunakan media penyimpanan memori luar seperti disket magnetik (external disk) yang sifat pengaksesan datanya secara acak (random access atau ram) dengan kapasitas besar (jutaan karakter).
- Penggunaan listrik lebih hemat dan efisien.
- Kemampuan melakukan multiprocessing dan multitasking yang lebih bagus.
- Telah menggunakan terminal visual display atau awal mula VGA dan dapat mengeluarkan suara.
- Harganya semakin murah dengan kemampuan yang lebih dan efisien
- Kemampuan melakukan komunikasi dengan komputer lain atau telekomunikasi.
- CPU
- Memory
- Input/Output
- Processor. Memori ke CPU : CPU melakukan pembacaan data maupun instruksi dari memori.
CPU ke Memori : CPU melakukan penyimpanan atau penulisan data ke memori.
I/O ke CPU : CPU membaca data dari peripheral melalui modul I/O
CPU ke I/O : CPU mengirimkan data ke perangkat peripheral melalui modul I/O.
I/O ke Memori atau dari Memori ke I/O : Digunakan pada sistem DMA.
- Ø Memory Write, memerintahkan data pada bus yang akan dituliskan ke dalam lokasi alamat.
- Ø Memory Read memerintahkan data dari lokasi alamat ditempatkan pada bus data.
- Ø I/O Write, memerintahkan data pada bus dikirim ke lokasi port I/O.
- Ø I/O Read, memerintahkan data dari port I/O ditempatkan pada busdata.
- Ø Transfer ACK, menunjukkan data telah diterima dari bus atau data telah ditempatkan pada bus.
- Ø Bus Request, menunjukkan bahwa modul memerlukan kontrol bus.
- Ø Bus Grant,menunjukkan modul yang melakukan request telah diberi hak mengontrol bus.
- Ø Interrupt Request, menandakan adanya penangguhan interupsi dari modul.
- Ø Interrupt ACK, menunjukkan penangguhan interupsi telah diketahui CPU.
- Ø Clock, kontrol untuk sinkronisasi operasi antar modul.
- Ø Reset, digunakan untuk menginisialisasi seluruh modul.
Contoh-contoh Bus
Banyak perusahaan yang mengembangakan bus-bus antarmuka terutama untuk perangkat peripheral. Diantara jenis bus yang beredar di pasaran saat ini adalah PCI, ISA, USB, SCSI, Future Bus+, FireWire, dan lain-lain. Semua memiliki keunggulan, kelemahan, harga, dan teknologi yang berbeda sehingga akan mempengaruhi jenis-jenis penggunaannya.
Selanjutnya,
MEMORI INTERNAL
Karakteristik Memory : Lokasi, Kapasitas, Unit transfer, Metode Akses, Kinerja, Jenis Fisik, Sifat-sifat Fisik, Organisasi
- Lokasi : CPU (register), Internal (main memory), External (secondary memory)
- Kapasistas : Ukuran Word , satuan alami organisasi memori, banyaknya words, atau byte
- Satuan Transfer : Internal (jumlah bit dalam sekali akses, sama dengan jumlah saluran data), External (dalam satuan block yang merupakan kelipatan words), Addressable Unit (lokasi terkecil yang dapat diamati secara unik, secara internal biasanya sama dengan word, untuk disk digunakan satuan cluster)
- Metode Akses : Sekuensial, Direct, Random, Associative
- Hierarki Memori : Register(dalam CPU), Internal/main memori (bisa lebih dari satu level dengan adanya cache, RAM), External Memory (penyimpan cadangan)
- Performance : Access Time (waktu untuk melakukan operasi baca tulis), Memory Cycle Time(diperlukan waktu tambahan untuk recovery sebelum akses berikutnya, Access Time + Recovery), Transfer Rate (kecepatan transfer data ke atau dari unit memori)
- Jenis Fisik : Semiconduktor, RAM, Magnetic, Disk & Tape, Optical, CD&DVD
- Karakteristik : Volatility, Erasable, Non Volatility
- Organisasi : susunan fisik bit-bit untuk membentuk word
ARITMATIKA KOMPUTER
DISUSUN OLEH:
1. ALWI NOPRIANSA 202013019
2. APRIANA MALINDA TAMBA 202013021
3. ARINO 202013023
4. BENI SETIAWAN 202013025
5. DESI NURFITRIANI 202013027
6. FAHRIZA RAMADHAN 202013029
7. HENDRIANTO 202013031
8. IWAN 202013033
9. MHD AULIA ARIEF FADILLAH SORMIN 202013037
10. PUTRI ATIKA DEWI KATAREN 202013039
11. SYAFRIZAL 202013041
12. WAHYUDI LUBIS 202013043
13. KHAIRUL ABIDIN 202013035
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
POLITEKNIK KAMPAR
T.A 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat,hidayah dan inayahnya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah Arsitektur Set Instruksi ini. Sholawat dan salam semoga
selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga
dan para sahabatnya, yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman
yang lebih baik.
Pada kesempatan ini akhirnya penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Aritmatika Komputer” dimana makalah ini
adalah salah satu tuntutan dalam memenuhi salah satu tugas yang diberikan
dengan mata kuliah Organisasi Arsitektur komputer. Adapun harapannya dengan
terselesaikannya makalah ini diharapkan juga dapat meningkatkan pengetahuan
kita khususnya penulis tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas yang
diberikan karena dengan itu kita dapat belajar lebih baik lagi.
Dalam penulisan makalah ini pastinya terdapat
kekurangan serta kesalahan yang tidak disengaja, oleh karena itu penulis
mengharapkan partisipasinya serta kritik dan sarannya yang bersifat membangun,
agar menjadi makalah yang lebih baik lagi.
Bangkinang,
21 April 2021
Penulis
DAFTAR ISI
1.5 FLOATING-POINT
REPRESENTATION
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Komputer adalah alat yang dipakai
untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata komputer
semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan
perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini
kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan
informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi
komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan
matematika.
Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti komputer adalah yang memproses informasi atau sistem pengolah informasi.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut,
masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1) Apakah
yang dimaksud dengan ALU?
2) Apa
itu Representasi Integer?
3) Apa itu
Integer Aritmatika?
4) Apa
itu Floating Point Representation?
5) Apa itu Floating Point Arithmatic?
1.3 Tujuan
Sesuai dengan permasalahan diatas,
secara khusus tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan makalah ini adalah :
1) Memahami
apa yang dimaksud dengan ALU.
2) Memahami apa
yang dimaksud dengan Representasi Integer
3) Mengetahui apa
yang dimaksud dengan Integer Aritmatika
4) Mengetahui apa
yang dimaksud dengan Floating Point Representation
5) Mengetahui apa yang dimaksud dengan Floating Point Arithmatik
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian ALU
ALU, singkatan dari Arithmetic
And Logic Unit (bahasa Indonesia: unit aritmatika dan
logika), adalah salah satu bagian dalam dari sebuah mikroprosesor yang berfungsi untuk melakukan operasi
hitungan aritmatika dan logika berdasar instruksi
yang ditentukan. ALU inilah yang berfikir untuk menjalankan perintah yang
diberikan kepada prosesor tersebut.
Instruksi yang dapat dilaksanakan
oleh ALU disebut dengan instruksi set. Perintah yang ada pada
masing-masing CPU belum tentu sama, terutama CPU yang dibuat oleh pembuat yang
berbeda, katakanlah misalnya perintah yang dilaksanakan oleh CPU
buatan Intel belum tentu sama dengan CPU yang dibuat oleh Sun atau
perusahaan pembuat mikroprosesor lainnya. Jika perintah yang dijalankan oleh
suatu CPU dengan CPU lainnya adalah sama, maka pada level inilah suatu sistem
dikatakan compatible. Sehingga sebuah program atau perangkat lunak atau
software yang dibuat berdasarkan perintah yang ada pada Intel tidak akan
bisa dijalankan untuk semua jenis prosesor kecuali untuk prosesor yang
compatible dengannya.
Seperti halnya dalam bahasa yang
digunakan oleh manusia, instruksi set ini juga memiliki aturan bahasa yang bisa
saja berbeda satu dengan lainnya. Bandingkanlah beda struktur bahasa Inggris
dengan Indonesia, atau dengan bahasa lainnya, begitu juga dengan instruksi set
yang ada pada mesin, tergantung dimana lingkungan instruksi set itu digunakan.
Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner two’s complement. ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU output register, sebelum disimpan dalam memori.
1.2 Struktur dan Fungsi ALU
ALU memiliki berbagai komponen
elektronika didalamnya, yaitu berupa sekumpulan transistor yang dikenal dengan
nama logic gate. Logic gate inilah yang berfungsi untuk melaksanakan operasi
aritmatika dan operasi logika. Kumpulan susunan dari logic gate dapat melakukan
perintah perhitungan matematika yang lebih komplit seperti perintah add untuk
menambahkan bilangan atau devide atau pembagian dari suatu bilangan.
Selain perintah matematika yang lebih
komplit, kumpulan dari logic gate ini juga mampu untuk melaksanakan perintah
yang berhubungan dengan logika, seperti hasil perbandingan dua buah
bilangan. ALU sering di sebut mesin bahasa karena bagian ini ALU
terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmatika dan unit logika boolean yang
masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri.
ALU melakukan operasi arithmatika
dengan dasar pertambahan, sedang operasi arithmatika yang lainnya, seperti
pengurangan, perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan.
sehingga sirkuit elektronik di ALU yang digunakan untuk melaksanakan operasi
arithmatika ini disebut adder. Tugas lain dari ALU adalah melakukan
keputusan dari operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika
(logical operation) meliputi perbandingan dua buah elemen logika dengan
menggunakan operator logika, yaitu:
1) Sama
dengan (=)
2) Tidak
sama dengan (<>)
3) Kurang
dari (<)
4) Kurang
atau sama dengan (<=)
5) Lebih
besar dari (>)
6) Lebih
besar atau sama dengan (>=)
Tugas utama dari ALU (Arithmetic And Logic Unit) adalah melakukan semua perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan operasi aritmatika yang lainnya. Seperti pengurangan, pengurangan, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. Sehingga sirkuit elektronik di ALU yang digunakan untuk melaksanakan operasi aritmatika ini disebut adder.
1.3 REPRESENTASI INTEGER
Semua bilangan dapat
direprensentasikan dengan hanya menggunakan bilangan 0 dan 1 Untuk keperluan
penyimpanan dan pengolahan komputer, kita tidak perlu menggunakan tanda minus
dan titik, hanya bilangan biner yang dapat merepresentasikan bilangan.
Penggunaan unsigned integer tidak
cukup untuk merepresentasikan bilangan integer negatif dan juga bilangan
positif integer, karena itu terdapat beberapa konvensi lainnya meliputi
perlakuan terhadap bit yang paling berarti (paling kiri) di dalam word sebagai
bit tanda.
Apabila bit paling kiri sama dengan
nol maka suatu bilangan adalah positif. Sedangkan bit paling kiri sama dengan
1, maka bilangan bernilai negatif Misalnya :
+18 = 00010010
-18 = 10010010 (sign
magnitude/nilai-tanda)
Kekurangan Representasi Nilai- Tanda
Penambahan dan pengurangan memerlukan
pertimbangan baik tanda bilangan maupun nilai relatifnya agar dapat berjalan
pada operasi yang diperlukan Terdapat dua representasi bilangan 0:
+010=00000000-010=10000000 (sign-magnitude)
Hal ini tidak sesuai untuk digunakan, karena akan menyulitkan pemeriksaan
bilangan 0.
1.4 INTEGER ARITMATIKA
Bagian ini akan membahas
fungsi-fungsi aritmatik bilangan dalam representasi komplemen dua
Pada notasi komplemen dua,
pengurangan sebuah bilangan integer dapat dibentuk dengan menggunakan aturan Berikut.
Anggaplah komplemen Boolean seluruh bit bilangan integer (termasuk bit tanda)
Perlakukan hasilnya sebagai sebuah unsigned binary integer, tambahkan 1.
Misal : 18 = 00010010 (komplemen dua)
Bila sebuah bilangan integer positif
dan negatif yang sama direpresentasikan (sign-magnitude), maka harus ada
representasi bilangan positif dan negatif yang tidak sama. Bila hanya terdapat
sebuah representasi bilangan 0 (komplemen dua), maka harus ada representasi
bilangan positifdan negatif yang tidak sama. Pada kasus komplemen dua, terdapat
representasi bilangan n-bit untuk -2n, tapi tidak terdapat untuk 2n.
Aturan Overflow “Bila dua buah bilangan ditambahkan, dan
keduanya positif atau keduanya negatif, maka akan terjadi overflow bila dan
hanya bila hasilnya memiliki tanda yang berlawanan, seperti pada contoh halaman
18 ((e),(f))”
Aturan Pengurangan “Untuk mengurangkan
sebuah bilangan (subtrahend) dari bilangan lainnya (minuend)”, anggaplah
komplemen dua subtrahend dan tambahkan hasilnya ke minuend.
Teknik pembulatan yang sesuai dengan standard IEEE adalah sebagai Berikut. Pembulatan ke bilangan terdekat (Hasil dibulatkan ke bilangan terdekat yang dapat direpresentasi), pembulatan ke arah positif (Hasil dibulatkan ke atas ke arah tak terhingga positif) pembulatan ke arah negatif (Hasil dibulatkan ke atas ke arah tak terhingga negatif), pembulatan ke arah 0 (Hasil dibulatkan ke arah 0)
1.5 FLOATING-POINT REPRESENTATION
Menyatakan suatu bilangan yang sangat
besar/sangat kecil dengan menggeser titik desimal secara dinamis ke tempat yang
sesuai dan menggunakan eksponen 10 untuk menjaga titik desimal itu.
Sehingga range bilangan yang sangat besar dan sangat kecil untuk
direpresentasikan hanya dengan beberapa digit saja.
Dinyatakan dengan notasi a = (m,e) , dimana :
a= m x re
r = radiks
m = mantissa
e = eksponen
Bilangan Floating Point memiliki
bentuk umum : ± m*be , dimana m (di sebut juga dengan mantissa),
mewakili bilangan pecahan dan umumnya dikonversi ke bilangan binernya, e
mewakili bilangan exponentnya, sedangkan b mewakili radix (basis) dari
exponent.
Untuk mempermudah operasi bilangan
floating point dan menambah tingkat presisinya, maka bilangan tersebut dibuat
dalam bentuk ternormalisasi (normalized forms). Suatu bilangan floating point
telah ternormalisasi jika most significant bit (MSB) dari mantissanya adalah 1.
untuk bilangan floating point bukan no l yang ternormalisasi memiliki bentuk (1)
S * (1.m) * 2 e128
1) Aritmatika
Floating Point Penjumlahan / Pengurangan
Hal yang sulit dari penjumlahan dua
bilangan exponent adalah jika bilanganbilangan tersebut memiliki
bentuk exponensial yang berbeda. Untuk memecahkannya, maka sebelum di tambahkan
bilangan exponensialnya harus disetarakan terlebih dahulu, atau bilangan dengan
nilai exponent lebih kecil disamakan dulu ke bilangan exponent yang sama dengan
bilangan lain.
Langkah langkah yang dilakukan untuk
menambah/mengurangkan dua bilangan floating point :
a.
Bandingkan kedua
bilangan, dan ubah ke bentuk yang sesuai pada bilangan dengan nilai exponensial
lebih kecil
b.
Lakukan operasi
penjumlahan / pengurangan
c.
Lakukan normalisasi
dengan ’menggeser’ nilai mantissa dan mengatur nilai exponensialnya
2) Perkalian
Perkalian dari dua bilangan floating
point dengan bentuk X = mx* 2a dan Y = mx*2bsetara dengan X * Y =
(mx * my) * 2a+b. Algoritma umum untuk perkalian dari bilangan
floating point terdiri dari tiga langkah:
a.
Hitung hasil exponensial
dengan menjumlahkan nilai exponent dari kedua bilangan
b.
Kalikan kedua bilangan
mantissa
c.
Normalisasi hasil akhir
3) Pembagian
Pembagian dari dua bilangan floating
point dengan
bentuk X = mx * 2a dan
Y = mx* 2b setara dengan X / Y = (mx / my) * 2a b. Algoritma umum untuk
pembagian dari bilangan floating point terdiri dari tiga langkah :
a. Hitung
hasil exponensial dengan mengurangkan nilai exponent dari kedua bilangan
b. Bagi
kedua bilangan mantissa
c. Normalisasi
hasil akhir
4) Floating
Point standard IEEE
IEEE membuat dua bentuk
bilangan floating point standard. Bentuk basic dan bentuk extended. Pada tiap
bentuk tersebut, IEEE menentukan dua format, yaitu singleprecision dan double
precision format. Single precision format adalah model 32 bit sedangkan double
precision format adalah 64 bit . Pada single extended format
setidaknya menggunakan 44 bit , sedangkan pada double extended
format setidaknya menggunakan 80 bit .
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Arithmetic Logical Unit (ALU) merupakan unit penalaran secara logic. ALU ini adalah merupakan Sirkuit CPU berkecepatan tinggi yang bertugas menghitung dan membandingkan. Angka-angka dikirim dari memori ke ALU untuk dikalkulasi dan kemudian dikirim kembali ke memori. Jika CPU diasumsikan sebagai otaknya komputer, maka ada suatu alat lain di dalam CPU tersebut yang kenal dengan nama Arithmetic Logical Unit (ALU), ALU inilah yang berfikir untuk menjalankan perintah yang diberikan kepada CPU tersebut. ALU sendiri merupakan suatu kesatuan alat yang terdiri dari berbagai komponen perangkat elektronika termasuk di dalamnya sekelompok transistor, yang dikenal dengan nama logic gate, dimana logic gate ini berfungsi untuk melaksanakan perintah dasar matematika dan operasi logika.
3.2 SARAN
Manusia tidak selamanya tepat pertimbangannya, adil sikapnya, kadang-kadang manusia berbuat khilaf. Oleh sebab itu, manusia perlu saran. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja. Maka dari itu sangat penulis harapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Jogiyanto.
-. Buku Pengenalan Komputer Hal 154-155. – : -.
Rioronaldo.
(2009). latar-belakang-komputer. [online]. Tersedia :
http://www.rioronaldo.com/2009/12/latar-belakang-komputer-adalah
alat.html#ixzz1pwfTYDmN
Firman.
(2012). perangkat-pemroses-processing-unit. [online]. Tersedia :
http://firmanharjuanjaya.com/seo/2121/perangkat-pemroses-processing-unit.xhtml
Luxman
Hakim. (2011). pengertian-dan-cara-kerja-arithmatic. [online]. Tersedia :
http://lookupmens.blogspot.com/2011/03/pengertian-dan-cara-kerja-arithmatic.html
